Hallo, Assalamu'alaikum para pencari ilmu :)
kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara konfigurasi dhcp di debian 5, apa kalian tau dhcp itu apa?
Dynamic Host Configuration Protokol adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS Server.
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
- DHCP Server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua client yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Sever, Windows 2000 Server, Window Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
- DHCP Client merupakan mesin client yang menjalankan perangkat lunak client DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. sebagian besar sistem operasi client jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP Server dalam proses empat lagkah berikut :
- DHCP DISCOVER : DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
- DHCP OFFER : Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP Server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP Client.
- DHCP REQUEST : Cliet akan meminta DHCP Server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
- DHCP PACK : DHCP Server akan merespon permintaan dari client dengan mengirimi paket acknowledgment. Kemudian DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada client, dan memperbarui basis data database miliknya, client selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, client pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Konfigurasi_Hos_Dinamik
OK, kita mulai konfigurasinya.
saya dinsini menggunakan 2 virtual :
- Debian Lenny 5 (sudah di install) sebagai server
- WindowsXP (sudah di install) sebagai client
- pastikan sudah konfigurasi IP Address sudah di lakukan, seperti berikut.

kenapa mengguanakan 2 NIC karena disini kita akan membangun PC Router, jika hanya ingin membangun DHCP Server Biasa maka kita bisa menggunakan 1 NIC saja
- selanjutnya kita install dulu DHCP nya, pastikan DVD Debian sudah terbaca ketika melakukan perintah apt-get install dhcp3-server , enter. karena jika tidak debian akan terus meminta untuk memasukan DVD.
tekan enter saja. - jika sudah berhasil terinstall, kita masuk ketahap berikutnya. ketikan perintah nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf . lakukan konfigurasi seperti pada gambar di bawah.
- perintah selanjutnya nano /etc/default/dhcp3-server. kenapa kita menggunakan perintah ini? karena ini untuk membuka pengaturan NIC default untuk dhcp-sever. lakukan konfigurasi seperti berikut.
tambahkan eth1 di INTERFACES="", seperti berikut eth1 adalah NIC yang terhubung ke jaringan local yang akan menerima layanan DHCP Server. save konfigurasi ctrl+x tekan y enter. - finishing restart dhcp3-server /etc/init.d/dhcp3-server restart
- untuk memulai kembali /etc/init.d/dhcp3-server start
Konfigurasi di Windows XP
Sekian tutorial dari saya, semoga bermanfaat, semoga mudah dipahami pula.
TERIMAKASIH sudah berkunjung.
Wassalam,, PENGEJAR ILMU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar